Assalamualaikum wahai sahabat blogger...
Masih dalam edisi rempong bin repot nan riweuh dalam rangka persiapan our wedding party. Untuk para capeng (calon penganten) yang berniat mengadakan resepsi di gedung, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah survei gedung, karena menurut gue, gedung resepsi itu laksana rumah, sebelum membeli
perabotan rumah, sudah pasti kita harus membeli rumahnya terlebih
dahulu.
Intinya adalah, kalau mau nikah tapi belum tau mau di gedung mana, kalian ga bisa survei-survei vendor lain, seperti catering atau dekor. Karena apaaaa?? karena pertanyaan pertama kali yang mereka ajukan pasti "di gedung mana?" jadi, mereka ga bisa menentukan budget kalau kita belum pasti mau di gedung mana. terutama dekor, karena dekor berkaitan sekali dengan ukuran si gedung itu.
Dan pencarian lokasi gedung pun dimulai...
1. Ruang Serbaguna Universitas Budi Luhur
Pilihan pertama untuk survei gedung adalah Ruang Serbaguna Universitas Budi Luhur, gedung ini jadi pilihan utama karena doi (calon istri gue) alumnus dari Budi Luhur dan bagi alumnus diberikan harga sewa gedung yang bersahabat sekitar 6,5 juta, sebaliknya untuk umum dikenakan biaya 8 juta. Sebelum survei langsung ke lokasi gue coba cek mbah google untuk mengetahui suasana gedung, setelah baca review dan liat foto-foto yang ada di google gue ngerasa kurang sreg. Finally kita coba cek gedung yang lain.
2. Ruang Serba Guna Masjid Jami Manarul ‘Amal Kampus Universitas Mercu Buana
Biaya sewa gedung Rp 2.500.000 dengan rincian untuk sewa gedung Rp 2 juta terdiri dari ruang serbaguna dan dua kamar rias ber-AC, dan kursi sebanyak 100 buah @ Rp 5.000. kapasitas gedung hingga 1000 orang.
Waktu penggunaan:
Senin – Minggu pukul 06.00 – 13.00
Senin – Minggu pukul 15.00 – 21.00 (kecuali Hari Jum’at)
Contact Person: Radiwan (021-83354155), Ustadz Asep (08159929322)
3. Patra Wanita Simprug
Gedung ini adalah tempat wisuda gue di tahun 2011 silam, menurut gue gedung ini oke, luas dan besar ruangannya, lokasi gedung strategis karena berada di pinggir jalan. Karena gak sempet survei gue coba cek google lagi dan baca review dari blog tetangga, dan ini hasilnya :
Alamat gedung :
Jl. Sinabung II Terusan Simprug
Phone (021) 5201714
harga sewa ruangan: Rp. 8.00.000,- (2013) + PPN 10% + service charge Rp. 1.000.000,-
(+) ceiling tinggi, ada chandelier cantik dan ada eskalator setelah meja penerima tamu :)
(+) tempatnya ukuran medium jadi cocok untuk 800 - 1000 tamu (ga sempit tapi ga keliatan longgar juga)
(+) vendor rekanan nya buanyak dengan harga bersaing hehe..
(-) gak full carpet
(-) kadang suka macet di daerah ini
Setelah gue pikir-pikir dalam tempo yang sesingkat-singkatnya gedung ini gue hapus dari list tempat buat resepsi, karena budget yang gak sesuai. Yup, kembali ke masalah klasik yang sering melanda capeng alias calon penganten, lagi dan lagi kepentok sama budget, but it's okay gue yakin masih ada jalan keluarnya.
Dan pilihan terakhir jatuh pada GEDUNG LEMIGAS CIPULIR.
Karena udah lumayan lelah cek and ricek plus baca review para blogger tentang berbagai macam tempat resepsi, calon mertua gue mengusulkan untuk coba cek ke Gedung Lemigas. Salah satu kelebihan gedung ini karena berada di daerah cipulir deket dari rumah calon istri gue dan kekurangannya adalah jalan masuk untuk menuju gedung yang lumayan jauh.
Setelah dapet no telepon yang bisa dihubungi gue mulai bergerilya mencari informasi tentang gedung ini, selain itu gue juga mencari info dengan baca review dari blog sebelah (makasi banyak buat mbah google yang sudah sangat membantu). Di hari kerja gue coba hubungi no telpon gedung dan ternyata lamaaaaaaa banget yang angkat telponnya dan setelah diangkat pun masih disambungkan ke bagian lain yang mengurus untuk sewa menyewa gedung.
Di saat genting seperti ini yang harus dilakukan oleh setiap calon penganten intinya hanya satu yaitu, SABAR. Karena gue udah berkali-kali nelpon ke bagian operator dan saat disambungkan ke bagian yang bertugas mengurus penyewaan gedung gak pernah diangkat, akhirnya gue dikasi no telpon sang pengurus gedung, namanya Pak Ayung (nama disamarkan).
Dan kesabaran gue mulai diuji dari sini...
Hari senin pagi gue coba telepon beliau,
"Assalamualaikum pak Ayung... saya Rezy mau nanya-nanya tentang sewa gedung pak..." Tanya gue dengan sopan.
"Walaikumsalam... oya gimana.. gimana... Mau sewa gedung buat kapan??" Jawab dia dengan suara serak sambil batuk-batuk.
"Buat tahun depan bisa pak? tahun 2015..."
"Wah maaf... tahun depan gedung gak bisa disewakan karena mau direnovasi gedungnya..."
"Oh tahun depan gak bisa ya pak, ya udah makasi pak infonya..." Kata gue.
"Iya sama-sama..." Jawab beliau sambil menutup telepon.
Setelah telponan sama pengurus gedung gue cerita sama calon istri gue dan dia tiba-tiba bilang,
"Kalo tahun ini gedungnya bisa gak bang??" Tanya doi dengan semangat.
Akhirnya gue coba lagi hubungi beliau...
"Hallo pak Ayung saya yang tadi telepon..."
"Oh iya... kenapa yaa..." Jawab beliau di ujung telepon.
"Kalo buat tahun ini masih bisa disewa gedungnya pak...??" Tanya gue penasaran.
"Kalo tahun ini masih bisa, kamu tentuin aja tanggalnya kapan, kalo sudah dapet tanggalnya langsung hubungi saya lagi ya..." Jawab beliau meyakinkan.
"Oke... Makasi pak..." Gantian gue yang nutup telepon.
Beberapa hari kemudian gue maen ke rumah doi sekalian membicarakan masalah gedung, sekalian gue bilang sama calon mertua gue kalo kita nikah di tahun ini bagaimana, setuju apa gak.
Dari pihak keluarga gue, terutama nyokap memang menginginkan gue nikah di tahun ini, saat lebaran kemarin kalo ditanya sama saudara gue tentang pertanyaan sakral "kapan", nyokap gue selalu jawab,
"Tante sih maunya Rezy nikah tahun ini aja..." Jawab nyokap dengan semangat 45.
Restu dari orang tua gue udah turun, dan pihak keluarga doi pun menyetujui kalo acara resepsi kita dilaksanakan tahun ini aja. Sesuai dengan slogan pemerintah.
Kemudian kita pun menentukan tanggal dan pilihan jatuh pada tanggal 6 Desember 2014. Semua rencana awal akhirnya berubah yang tadinya planing kita bulan Maret tahun depan berubah menjadi bulan Desember tahun ini.
Setelah tanggal telah dipilih gue pun kembali menghubungi Pak Ayung.
Kesabaran gue pun kembali diuji...
"Assalamualaikum Pak Ayung, saya Rezy mau nanya gedung, saya mau booking tanggal 6 Desember tahun ini bisa kan pak..."
"Walaikumsalam... sebentar saya cek dulu... Wah maaf bulan Desember sudah penuh..." Jawab beliau dengan santai.
"Loh kok penuh pak..?? Kemaren bapak bilang masih bisa tahun ini tanggal berapa aja...? Jawab gue sewot. #sabar
"Sebentar saya cek lagi, nanti kamu telpon lagi ya..."
Tut... Tut.. tut...
(ini bukan suara naek kereta api, tapi sambungan telpon yang terputus)
Gak lama kemudian gue dapet SMS,
"Tanggal 6 bisa, malam..."
"Oke pak saya ambil tanggal itu..." Gue bales sms dengan cepat.
Kemudian gue menghubungi beliau kembali untuk memastikan tanggal dan sekalian menanyakan harga sewa gedung.
"Assalamualaikum pak Ayung... beneran tanggal 6 Desember bisa ya pak??" Tanya gue untuk meyakinkan.
"Iya... tanggal 6 malam masih bisa digunakan..."
"Oke pak, saya ambil tanggal itu, oh ya pak harga sewa gedungnya berapa pak??
"4 Juta..." Beliau jawab dengan pelan.
"Hah... berapa pak???" Gue kaget ngedenger harga sewa gedungnya, karena setau gue harga sewa gedung gak ada yang segitu.
"Iya... Harga sewa gedung 4 juta sama biaya infak untuk mesjid sebagai tempat akad 300 ribu" Beliau menjelaskan.
"Oke... saya ambil pak, hari sabtu kita ketemu ya pak, saya mau survei sekaligus kasi uang DP"
"Jangan hari sabtu, saya gak bisa... hari senin aja..."
" Oke... hari senin ya pak... Terima kasih banyak pak..."
Dan gue menutup telpon sambil memikirkan apa bener harga sewa gedung seperti yang dijelaskan oleh bapak itu, ah sudahlah semoga memang ini rezeki buat gue.
Hari senin tanggal 11 Agustus 2014.
Bersyukur banget system kerja gue shifting jadi gue bisa ngurus persiapan wedding tanpa harus ijin atau minta cuti dari kantor. Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, gue dateng ke gedung Lemigas Cipulir untuk survei gedung sekaligus mau bayar DP. Finally, di hari senin yang panas dan padatnya jalanan cipulir gue meluncur ke gedung Lemigas naek motor berdua sama calon mertua.
Sebelum ketemu sama bapak pengurus gedung, pagi harinya gue mencoba menghubungi bapak itu via telepon hanya untuk makesure kalo hari ini gue mau datang kesana.
"Assalamualaikum pak Ayung... saya Rezy, hari ini kita jadi ketemu ya pak saya mau survei gedung sekaligus bayar DP..."
"Walaikumsalam... hmmm... booking buat tanggal berapa ya..?? Jawab beliau dengan santai.
Hah...?? Bapak ini masih nanya gue booking tanggal berapa?? Padahal sebelumnya saat komunikasi via telepon gue udah deal untuk tanggal 6 Desember 2014. #sabar #sabar #sabar
Jam 1 siang gue sampe di Gedung Lemigas cipulir, sebelum masuk ke dalam lokasi gue bertanya ke tukang parkir kalo gue mau survei gedung. Setelah parkir motor gue langsung menuju gedung tempat pak Ayung berada, sesampainya di depan meja receptionis gue bertemu satpam gedung dan langsung memberitahukan maksud dan tujuan gue dateng ke gedung ini.
'Selamat siang pak... Saya mau ketemu Pak Ayung mau survei gedung sudah janjian hari ini..." Tanya gue ke satpam gedung.
"Maaf pak... Untuk gedung lemigas tidak bisa digunakan karena mau direnovasi..."
"HAH..??!! Mau direnovasi??? saya kesini udah janjian sama Pak Ayung dan katanya gedung Lemigas bisa disewain kok untuk tahun ini..." Jawab gue sewot.
"Oh gitu... Ya sudah pak, langsung aja ke lantai 2 ke ruangan pengurus gedungnya..." Jawab pak satpam.
Sambil nahan emosi akhirnya gue naek ke lantai 2 gedung Lemigas, di dalam lift gue coba menghubungi nomor handphone Pak Ayung, and you know what??!! 2 nomor handphone yang dia punya gak ada satupun yang aktif. Bener-bener gak habis pikir, bagaimana bisa kita udah janjian sama orang tapi orang yang mau kita ketemuin hapenya gak aktif.
Sampe di lantai 2 gue langsung masuk ke ruangan dan bertanya kepada orang yang ada di ruangan itu dimana Pak Ayung berada, dan salah satu pegawai mengatakan Pak Ayung sedang sholat zuhur. Okeh bisa gue pahami, dari tadi handphonenya dimatiin karena beliau sedang sholat.
Akhirnya gue duduk di sofa persis di depan ruangan kerja pak Ayung, setiap orang yang lewat satu persatu gue perhatiin, cuma mau make sure pak Ayung ini yang mana orangnya, karena gue sama sekali belum pernah ketemu dengan sosok misterius ini.
15 menit telah berlalu, kemudian datang bapak-bapak pake baju putih, celana bahan dan peci warna hitam, dengan refleks gue berdiri dan langsung bertanya apakah bapak ini yang selama ini gue cari-cari.
"Pak Ayung yaa...??" Tanya gue penasaran.
"Memang mau cari siapa?? Ayok ikut saya ke dalam kita cari pak Ayung..." Bapak ini ngajak gue ke dalam ruangan sambil merangkul pundak gue sok akrab.
Sampe di dalam ruangan kemudian bapak ini duduk di kursi, dan gue dipersilahkan duduk, kemudian gue baca papan nama di depan mejanya di situ tertulis "Ayung".
"Loh bapak ini Pak Ayung...???" Waduh gimana sih pak, sebentar pak saya keluar dulu, calon mertua saya lagi nunggu di luar..." Gue langsung ngibrit lari keluar ruangan ngajak calon mertua gue untuk masuk ke dalam.
Setelah calon mertua gue masuk ke dalam ruangan kita pun mengobrol bahas masalah penyewaan gedung, dalam hati gue berkata,
Pak Ayung kemudian menulis di buku untuk booking tanggal yang sudah disepakati, setelah itu gue langsung bayar DP gedung 1 juta rupiah.
Alhamdulillah wa syukurilah urusan DP gedung sudah beres dan sudah di booking, insya Allah tanggal 6 Desember 2014 gue akan melangsungkan resepsi di Gedung Lemigas Cipulir, walaupun banyak halangan dan rintangan terutama dari pengurus gedung yang sangat menguji kesabaran gue, tapi gue tetep bersyukur karena semua berjalan dengan lancar.
Untuk para capeng yang berniat mengurus acara pernikahan di gedung manapun, saran gue pastikan kalian janjian dan ketemu langsung dengan pengurus gedung yang mau kalian sewa supaya semua lebih jelas dan terarah.
Finally, gue udah selesai melewati episode kedua yaitu episode hunting gedung, dan sekarang gue bersiap untuk melanjutkan ke episode berikutnya.
Penasaran akan ada cerita apa lagi...??!!
BERSAMBUNG....
UPDATE...!!!
Hari jumat tanggal 17 November 2014, 3 minggu menjelang hari H, gue ke gedung Lemigas untuk melunasi pembayaran gedung. Sebenernya gue males banget harus berhubungan dengan orang pengurus gedung yang agak-agak gimana gitu, tapi mau gak mau gue harus ke sana untuk mengurus pelunasan gedung. Hari jumat gue kebetulan kebagian libur dan calon istri gue ambil cuti dan jumat pagi kita meluncur ke sana.
Sebelum ke sana gue terlebih dahulu janjian sama Pak Ayung sang petugas gedung via telepon dan lagi-lagi kesabaran gue kembali diuji.
"Hallo Pak Ayung, saya Rezy yang mau booking gedung hari sabtu tanggal 6 Desember malam." Kata gue diujung telepon.
"Hallo iya, Sebentar... hmmm, yang mana ya...???" Jawab beliau dengan santai.
Haduuuhhh... gue udah DP buat bayar gedung masih juga nanya yang mana... (kata gue dalam hati)
"Sebentar... sebentar... saya cek dulu" Terdengar suara seperti sedang bolak-balikin buku.
"Gimana pak, hari jumat saya ke sana ya mau membayar sisa pelunasan gedung"
"Ya sudah hari jumat pagi saya tunggu yaa..."
"Oke pak, sampai ketemu hari jumat...." Kata gue sambil nutup telepon.
Karena sudah janjian dengan orang gedung akhirnya jumat pagi gue meluncur ke TKP, setelah parkir motor gue langsung menuju ke ruangan beliau di lantai 2 gedung Lemigas. Di sepanjang jalan menuju ruangan kerja beliau perasaan gue gak enak sembari bertanya dalam hati, kira-kira hal ngeselin apalagi yang akan terjadi sama gue hari ini saat ketemu beliau.
Akhirnya gue sampai juga di depan pintu masuk ruangan beliau dan jeng... jeng...!! Beliau gak ada di tempat..!! Chakepfftt..!! Gue langsung bertanya ke pegawai yang ada di situ dan katanya mungkin orang sedang keluar.
Sambil menahan emosi gue duduk di kursi di depan ruangan beliau dan kemudian gue langsung menghubungi beliau dan ternyata telpon gue gak diangkat, setelah berkali-kali gue telpon akhirnya diangkat juga. Gak lama kemudian beliau datang sambil tersenyum-senyum menyapa gue dan gue diajak masuk ke ruangan beliau.
Di dalam ruangan beliau mempersilahkan gue duduk dan kemudian bertanya
"Kok kesini sama adeknya..???" Tanya beliau dengan tersenyum.
"Hah...??? ini calon istri saya pak..!!" Jawab gue sewot.
"Oh... calon istrinya, saya kira adeknya, mukanya mirip sih..."
"Ohhh... emang banyak pak yang bilang kita mirip..." Jawab gue sambil senyum.
Setelah basa-basi gak jelas langsung aja gue sampaikan maksud dan kedatangan gue ke sini, dan akhirnya urusan pelunasan gedung sudah beres ditandai dengan kwitansi yang sudah ditulis dan ditandatangi oleh beliau.
Mungkin ini hikmah dari kesabaran gue selama ini karena sudah sabar menghadapi ribetnya sang pengurus gedung, gue bersyukur hal yang paling utama dalam sebuah acara pernikahan yaitu gedung resepsi sudah beres, tapi gue gak akan berhenti berdoa semoga semua berjalan lancar sampai hari H.
Oya, Gue mau kasi info buat kalian semua, karena banyak yang nanya contack person gedung yang bisa dihubungi, ini gue share ya Contack Person gedung-gedung pernikahan di daerah Jakarta dan sekitarnya, semoga bermanfaat, Cekidot guys :
Intinya adalah, kalau mau nikah tapi belum tau mau di gedung mana, kalian ga bisa survei-survei vendor lain, seperti catering atau dekor. Karena apaaaa?? karena pertanyaan pertama kali yang mereka ajukan pasti "di gedung mana?" jadi, mereka ga bisa menentukan budget kalau kita belum pasti mau di gedung mana. terutama dekor, karena dekor berkaitan sekali dengan ukuran si gedung itu.
Dan pencarian lokasi gedung pun dimulai...
1. Ruang Serbaguna Universitas Budi Luhur
Pilihan pertama untuk survei gedung adalah Ruang Serbaguna Universitas Budi Luhur, gedung ini jadi pilihan utama karena doi (calon istri gue) alumnus dari Budi Luhur dan bagi alumnus diberikan harga sewa gedung yang bersahabat sekitar 6,5 juta, sebaliknya untuk umum dikenakan biaya 8 juta. Sebelum survei langsung ke lokasi gue coba cek mbah google untuk mengetahui suasana gedung, setelah baca review dan liat foto-foto yang ada di google gue ngerasa kurang sreg. Finally kita coba cek gedung yang lain.
2. Ruang Serba Guna Masjid Jami Manarul ‘Amal Kampus Universitas Mercu Buana
Biaya sewa gedung Rp 2.500.000 dengan rincian untuk sewa gedung Rp 2 juta terdiri dari ruang serbaguna dan dua kamar rias ber-AC, dan kursi sebanyak 100 buah @ Rp 5.000. kapasitas gedung hingga 1000 orang.
Waktu penggunaan:
Senin – Minggu pukul 06.00 – 13.00
Senin – Minggu pukul 15.00 – 21.00 (kecuali Hari Jum’at)
Contact Person: Radiwan (021-83354155), Ustadz Asep (08159929322)
3. Patra Wanita Simprug
Gedung ini adalah tempat wisuda gue di tahun 2011 silam, menurut gue gedung ini oke, luas dan besar ruangannya, lokasi gedung strategis karena berada di pinggir jalan. Karena gak sempet survei gue coba cek google lagi dan baca review dari blog tetangga, dan ini hasilnya :
Alamat gedung :
Jl. Sinabung II Terusan Simprug
Phone (021) 5201714
harga sewa ruangan: Rp. 8.00.000,- (2013) + PPN 10% + service charge Rp. 1.000.000,-
(+) ceiling tinggi, ada chandelier cantik dan ada eskalator setelah meja penerima tamu :)
(+) tempatnya ukuran medium jadi cocok untuk 800 - 1000 tamu (ga sempit tapi ga keliatan longgar juga)
(+) vendor rekanan nya buanyak dengan harga bersaing hehe..
(-) gak full carpet
(-) kadang suka macet di daerah ini
Setelah gue pikir-pikir dalam tempo yang sesingkat-singkatnya gedung ini gue hapus dari list tempat buat resepsi, karena budget yang gak sesuai. Yup, kembali ke masalah klasik yang sering melanda capeng alias calon penganten, lagi dan lagi kepentok sama budget, but it's okay gue yakin masih ada jalan keluarnya.
Dan pilihan terakhir jatuh pada GEDUNG LEMIGAS CIPULIR.
Karena udah lumayan lelah cek and ricek plus baca review para blogger tentang berbagai macam tempat resepsi, calon mertua gue mengusulkan untuk coba cek ke Gedung Lemigas. Salah satu kelebihan gedung ini karena berada di daerah cipulir deket dari rumah calon istri gue dan kekurangannya adalah jalan masuk untuk menuju gedung yang lumayan jauh.
Setelah dapet no telepon yang bisa dihubungi gue mulai bergerilya mencari informasi tentang gedung ini, selain itu gue juga mencari info dengan baca review dari blog sebelah (makasi banyak buat mbah google yang sudah sangat membantu). Di hari kerja gue coba hubungi no telpon gedung dan ternyata lamaaaaaaa banget yang angkat telponnya dan setelah diangkat pun masih disambungkan ke bagian lain yang mengurus untuk sewa menyewa gedung.
Di saat genting seperti ini yang harus dilakukan oleh setiap calon penganten intinya hanya satu yaitu, SABAR. Karena gue udah berkali-kali nelpon ke bagian operator dan saat disambungkan ke bagian yang bertugas mengurus penyewaan gedung gak pernah diangkat, akhirnya gue dikasi no telpon sang pengurus gedung, namanya Pak Ayung (nama disamarkan).
Dan kesabaran gue mulai diuji dari sini...
Hari senin pagi gue coba telepon beliau,
"Assalamualaikum pak Ayung... saya Rezy mau nanya-nanya tentang sewa gedung pak..." Tanya gue dengan sopan.
"Walaikumsalam... oya gimana.. gimana... Mau sewa gedung buat kapan??" Jawab dia dengan suara serak sambil batuk-batuk.
"Buat tahun depan bisa pak? tahun 2015..."
"Wah maaf... tahun depan gedung gak bisa disewakan karena mau direnovasi gedungnya..."
"Oh tahun depan gak bisa ya pak, ya udah makasi pak infonya..." Kata gue.
"Iya sama-sama..." Jawab beliau sambil menutup telepon.
Setelah telponan sama pengurus gedung gue cerita sama calon istri gue dan dia tiba-tiba bilang,
"Kalo tahun ini gedungnya bisa gak bang??" Tanya doi dengan semangat.
Akhirnya gue coba lagi hubungi beliau...
"Hallo pak Ayung saya yang tadi telepon..."
"Oh iya... kenapa yaa..." Jawab beliau di ujung telepon.
"Kalo buat tahun ini masih bisa disewa gedungnya pak...??" Tanya gue penasaran.
"Kalo tahun ini masih bisa, kamu tentuin aja tanggalnya kapan, kalo sudah dapet tanggalnya langsung hubungi saya lagi ya..." Jawab beliau meyakinkan.
"Oke... Makasi pak..." Gantian gue yang nutup telepon.
Beberapa hari kemudian gue maen ke rumah doi sekalian membicarakan masalah gedung, sekalian gue bilang sama calon mertua gue kalo kita nikah di tahun ini bagaimana, setuju apa gak.
Dari pihak keluarga gue, terutama nyokap memang menginginkan gue nikah di tahun ini, saat lebaran kemarin kalo ditanya sama saudara gue tentang pertanyaan sakral "kapan", nyokap gue selalu jawab,
"Tante sih maunya Rezy nikah tahun ini aja..." Jawab nyokap dengan semangat 45.
Restu dari orang tua gue udah turun, dan pihak keluarga doi pun menyetujui kalo acara resepsi kita dilaksanakan tahun ini aja. Sesuai dengan slogan pemerintah.
"Lebih cepat lebih baik..."
Kemudian kita pun menentukan tanggal dan pilihan jatuh pada tanggal 6 Desember 2014. Semua rencana awal akhirnya berubah yang tadinya planing kita bulan Maret tahun depan berubah menjadi bulan Desember tahun ini.
Setelah tanggal telah dipilih gue pun kembali menghubungi Pak Ayung.
Kesabaran gue pun kembali diuji...
"Assalamualaikum Pak Ayung, saya Rezy mau nanya gedung, saya mau booking tanggal 6 Desember tahun ini bisa kan pak..."
"Walaikumsalam... sebentar saya cek dulu... Wah maaf bulan Desember sudah penuh..." Jawab beliau dengan santai.
"Loh kok penuh pak..?? Kemaren bapak bilang masih bisa tahun ini tanggal berapa aja...? Jawab gue sewot. #sabar
"Sebentar saya cek lagi, nanti kamu telpon lagi ya..."
Tut... Tut.. tut...
(ini bukan suara naek kereta api, tapi sambungan telpon yang terputus)
Gak lama kemudian gue dapet SMS,
"Tanggal 6 bisa, malam..."
"Oke pak saya ambil tanggal itu..." Gue bales sms dengan cepat.
Kemudian gue menghubungi beliau kembali untuk memastikan tanggal dan sekalian menanyakan harga sewa gedung.
"Assalamualaikum pak Ayung... beneran tanggal 6 Desember bisa ya pak??" Tanya gue untuk meyakinkan.
"Iya... tanggal 6 malam masih bisa digunakan..."
"Oke pak, saya ambil tanggal itu, oh ya pak harga sewa gedungnya berapa pak??
"4 Juta..." Beliau jawab dengan pelan.
"Hah... berapa pak???" Gue kaget ngedenger harga sewa gedungnya, karena setau gue harga sewa gedung gak ada yang segitu.
"Iya... Harga sewa gedung 4 juta sama biaya infak untuk mesjid sebagai tempat akad 300 ribu" Beliau menjelaskan.
"Oke... saya ambil pak, hari sabtu kita ketemu ya pak, saya mau survei sekaligus kasi uang DP"
"Jangan hari sabtu, saya gak bisa... hari senin aja..."
" Oke... hari senin ya pak... Terima kasih banyak pak..."
Dan gue menutup telpon sambil memikirkan apa bener harga sewa gedung seperti yang dijelaskan oleh bapak itu, ah sudahlah semoga memang ini rezeki buat gue.
Hari senin tanggal 11 Agustus 2014.
Bersyukur banget system kerja gue shifting jadi gue bisa ngurus persiapan wedding tanpa harus ijin atau minta cuti dari kantor. Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, gue dateng ke gedung Lemigas Cipulir untuk survei gedung sekaligus mau bayar DP. Finally, di hari senin yang panas dan padatnya jalanan cipulir gue meluncur ke gedung Lemigas naek motor berdua sama calon mertua.
Sebelum ketemu sama bapak pengurus gedung, pagi harinya gue mencoba menghubungi bapak itu via telepon hanya untuk makesure kalo hari ini gue mau datang kesana.
"Assalamualaikum pak Ayung... saya Rezy, hari ini kita jadi ketemu ya pak saya mau survei gedung sekaligus bayar DP..."
"Walaikumsalam... hmmm... booking buat tanggal berapa ya..?? Jawab beliau dengan santai.
Hah...?? Bapak ini masih nanya gue booking tanggal berapa?? Padahal sebelumnya saat komunikasi via telepon gue udah deal untuk tanggal 6 Desember 2014. #sabar #sabar #sabar
Jam 1 siang gue sampe di Gedung Lemigas cipulir, sebelum masuk ke dalam lokasi gue bertanya ke tukang parkir kalo gue mau survei gedung. Setelah parkir motor gue langsung menuju gedung tempat pak Ayung berada, sesampainya di depan meja receptionis gue bertemu satpam gedung dan langsung memberitahukan maksud dan tujuan gue dateng ke gedung ini.
'Selamat siang pak... Saya mau ketemu Pak Ayung mau survei gedung sudah janjian hari ini..." Tanya gue ke satpam gedung.
"Maaf pak... Untuk gedung lemigas tidak bisa digunakan karena mau direnovasi..."
"HAH..??!! Mau direnovasi??? saya kesini udah janjian sama Pak Ayung dan katanya gedung Lemigas bisa disewain kok untuk tahun ini..." Jawab gue sewot.
"Oh gitu... Ya sudah pak, langsung aja ke lantai 2 ke ruangan pengurus gedungnya..." Jawab pak satpam.
Sambil nahan emosi akhirnya gue naek ke lantai 2 gedung Lemigas, di dalam lift gue coba menghubungi nomor handphone Pak Ayung, and you know what??!! 2 nomor handphone yang dia punya gak ada satupun yang aktif. Bener-bener gak habis pikir, bagaimana bisa kita udah janjian sama orang tapi orang yang mau kita ketemuin hapenya gak aktif.
Sampe di lantai 2 gue langsung masuk ke ruangan dan bertanya kepada orang yang ada di ruangan itu dimana Pak Ayung berada, dan salah satu pegawai mengatakan Pak Ayung sedang sholat zuhur. Okeh bisa gue pahami, dari tadi handphonenya dimatiin karena beliau sedang sholat.
Akhirnya gue duduk di sofa persis di depan ruangan kerja pak Ayung, setiap orang yang lewat satu persatu gue perhatiin, cuma mau make sure pak Ayung ini yang mana orangnya, karena gue sama sekali belum pernah ketemu dengan sosok misterius ini.
15 menit telah berlalu, kemudian datang bapak-bapak pake baju putih, celana bahan dan peci warna hitam, dengan refleks gue berdiri dan langsung bertanya apakah bapak ini yang selama ini gue cari-cari.
"Pak Ayung yaa...??" Tanya gue penasaran.
"Memang mau cari siapa?? Ayok ikut saya ke dalam kita cari pak Ayung..." Bapak ini ngajak gue ke dalam ruangan sambil merangkul pundak gue sok akrab.
Sampe di dalam ruangan kemudian bapak ini duduk di kursi, dan gue dipersilahkan duduk, kemudian gue baca papan nama di depan mejanya di situ tertulis "Ayung".
"Loh bapak ini Pak Ayung...???" Waduh gimana sih pak, sebentar pak saya keluar dulu, calon mertua saya lagi nunggu di luar..." Gue langsung ngibrit lari keluar ruangan ngajak calon mertua gue untuk masuk ke dalam.
Setelah calon mertua gue masuk ke dalam ruangan kita pun mengobrol bahas masalah penyewaan gedung, dalam hati gue berkata,
"Ternyata ini dia orang gedung yang sudah melatih kesabaran gue..."
Pak Ayung kemudian menulis di buku untuk booking tanggal yang sudah disepakati, setelah itu gue langsung bayar DP gedung 1 juta rupiah.
Kwitansi DP gedung Lemigas (Alhamdulillah)
Inilah dia Pak Ayung (nama disamarkan) Pengurus gedung Lemigas yang sudah menguji kesabaran gue.
Urusan pembayaran DP gedung sudah beres, kemudian Pak Ayung mengajak gue berkeliling untuk lihat-lihat keadaan gedung.
Penampakan di dalam gedung

Panggung untuk pelaminan
Ruang rias pengantin
Nah inilah tempat gedung resepsinya
Untuk para capeng yang berniat mengurus acara pernikahan di gedung manapun, saran gue pastikan kalian janjian dan ketemu langsung dengan pengurus gedung yang mau kalian sewa supaya semua lebih jelas dan terarah.
Finally, gue udah selesai melewati episode kedua yaitu episode hunting gedung, dan sekarang gue bersiap untuk melanjutkan ke episode berikutnya.
Penasaran akan ada cerita apa lagi...??!!
BERSAMBUNG....
UPDATE...!!!
Hari jumat tanggal 17 November 2014, 3 minggu menjelang hari H, gue ke gedung Lemigas untuk melunasi pembayaran gedung. Sebenernya gue males banget harus berhubungan dengan orang pengurus gedung yang agak-agak gimana gitu, tapi mau gak mau gue harus ke sana untuk mengurus pelunasan gedung. Hari jumat gue kebetulan kebagian libur dan calon istri gue ambil cuti dan jumat pagi kita meluncur ke sana.
Sebelum ke sana gue terlebih dahulu janjian sama Pak Ayung sang petugas gedung via telepon dan lagi-lagi kesabaran gue kembali diuji.
"Hallo Pak Ayung, saya Rezy yang mau booking gedung hari sabtu tanggal 6 Desember malam." Kata gue diujung telepon.
"Hallo iya, Sebentar... hmmm, yang mana ya...???" Jawab beliau dengan santai.
Haduuuhhh... gue udah DP buat bayar gedung masih juga nanya yang mana... (kata gue dalam hati)
"Sebentar... sebentar... saya cek dulu" Terdengar suara seperti sedang bolak-balikin buku.
"Gimana pak, hari jumat saya ke sana ya mau membayar sisa pelunasan gedung"
"Ya sudah hari jumat pagi saya tunggu yaa..."
"Oke pak, sampai ketemu hari jumat...." Kata gue sambil nutup telepon.
Karena sudah janjian dengan orang gedung akhirnya jumat pagi gue meluncur ke TKP, setelah parkir motor gue langsung menuju ke ruangan beliau di lantai 2 gedung Lemigas. Di sepanjang jalan menuju ruangan kerja beliau perasaan gue gak enak sembari bertanya dalam hati, kira-kira hal ngeselin apalagi yang akan terjadi sama gue hari ini saat ketemu beliau.
Akhirnya gue sampai juga di depan pintu masuk ruangan beliau dan jeng... jeng...!! Beliau gak ada di tempat..!! Chakepfftt..!! Gue langsung bertanya ke pegawai yang ada di situ dan katanya mungkin orang sedang keluar.
Sambil menahan emosi gue duduk di kursi di depan ruangan beliau dan kemudian gue langsung menghubungi beliau dan ternyata telpon gue gak diangkat, setelah berkali-kali gue telpon akhirnya diangkat juga. Gak lama kemudian beliau datang sambil tersenyum-senyum menyapa gue dan gue diajak masuk ke ruangan beliau.
Di dalam ruangan beliau mempersilahkan gue duduk dan kemudian bertanya
"Kok kesini sama adeknya..???" Tanya beliau dengan tersenyum.
"Hah...??? ini calon istri saya pak..!!" Jawab gue sewot.
"Oh... calon istrinya, saya kira adeknya, mukanya mirip sih..."
"Ohhh... emang banyak pak yang bilang kita mirip..." Jawab gue sambil senyum.
Setelah basa-basi gak jelas langsung aja gue sampaikan maksud dan kedatangan gue ke sini, dan akhirnya urusan pelunasan gedung sudah beres ditandai dengan kwitansi yang sudah ditulis dan ditandatangi oleh beliau.
Pak Ayung sedang menulis di kwitansi
Kwitansi pelunasan gedung
Sebelum pulang gue bertanya-tanya tentang masalah gedung yang katanya mau di renovasi dan perkataan dia sungguh sangat menenangkan hati.
"Pak, gimana gedungnya? sudah beres di renovasi???" Tanya gue penasaran.
"Wah.. kamu tenang aja, malah kamu tuh termasuk penyewa gedung yang beruntung..." Jawab dia semangat.
"Hah... emang beruntung gimana pak???" Tanya gue semakin kepo.
"Iya... gedungnya sudah beres di renovasi karena minggu depan menteri baru mau sidak ke sini, jadi diberesin semuanya deh..."
"Alhamdulilllaaaahhhhhhh......." Jawab gue sambil nari perut.
"Makasi banyak pak... makasii...!!!" Kemudian gue berpamitan sambil cium tangan beliau.
Sudah bukan rahasia umum lagi karena bila pejabat akan sidak ke suatu daerah atau tempat, pasti infrastruktur tempat tersebut segera diperbaiki untuk menyambut kedatangan sang pejabat, dan hal ini ternyata sangat membantu gue banget, gedung resepsi yang pengerjaan renovasinya gak beres-beres tiba-tiba langsung rapih sebelum sang pejabat datang.
Oya, Gue mau kasi info buat kalian semua, karena banyak yang nanya contack person gedung yang bisa dihubungi, ini gue share ya Contack Person gedung-gedung pernikahan di daerah Jakarta dan sekitarnya, semoga bermanfaat, Cekidot guys :
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||