Catatan Harian Musisi Galau

Catatan Harian Musisi Galau
My Second Book "Bride and Groom's Story
Showing posts with label Undangan. Show all posts
Showing posts with label Undangan. Show all posts

Tuesday, 18 November 2014

Menyebar undangan... (Episode kedua belas)


Dag... dig... dug... Seeerrrr... Wakwaawwww... kira-kira 3 minggu kurang beberapa hari lagi menjelang hari H wedding party gue, dan perasaan pusing, puyeng, stress, emosi jiwa berkolaborasi jadi satu. Semuanya jadi serba panas, gue selalu berdoa semoga bisa melewati episode yang makin menegangkan ini.

Di akhir bulan November ini sudah sampai episode kedua belas yaitu menyebar undangan, karena 2 minggu sebelum hari H undangan ini sudah harus beres di distribusikan.

Sampai episode yang kedua belas ini ternyata masih banyak yang belum beres, fitting baju, dekor pelaminan, masalah sound untuk band akustik semua masih belum fix, bener-bener bikin pusing. Gue harus bisa narik napas panjang dan bersabar menghadapi semua ini.

Untuk urusan yang masih belum beres akan segera gue beresin, sekarang gue mau cerita dulu bagaimana detik-detik proses menyebar undangan. Sebagai bagian dari keluarga besar yang tersebar di berbagai propinsi, mau gak mau gue harus mengirim undangan via layanan titipan kilat. 

Nyokap gue punya 13 saudara kandung dan saudara nyokap gue ini tinggal dan tersebar di beberapa pulau di Sumatra, antara lain ada yang berdomisili di Batam, Pekanbaru, Pariaman, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta dan ada juga yang tinggal di Kalimantan. 

Cara efektif untuk menyebar undangan ini adalah dengan menggunakan jasa titipan kilat dan ini semua tentunya harus menyiapkan budget yang lumayan, akhirnya gue mendata dan menuliskan nama-nama keluarga yang akan gue undang ke acara pernikahan gue.

Tempel-menempel nama



Proses mendata undangan mulai dari menulis, menempel ,menggunting dan melipat pun selesai sudah, akhirnya gue membawa langsung undangan ke tempat jasa titipan kilat.



Undangan siap dikirim

Total undangan yang gue kirim via pos ada sekitar 20 undangan, dan ternyata gue lupa menyiapkan budget untuk mengirim undangan ini, akhirnya dengan mengucap Bismillah dan mengakhiri dengan mengucap Alhamdulillah undangan sudah gue kirim ke alamat masing-masing.

Undangan yang harus dikirim via pos sudah beres, sisanya akan gue anter langsung ke rumah yang bersangkutan. Dengan jumlah undangan yang gak begitu banyak gue harus bisa memilah-milah siapa yang kira-kira harus gue undang di acara pernikahan gue, tapi kalo undangan gak cukup gue akan menggunakan media sosial untuk memberitahukan kepada sahabat, saudara dan teman tentang hari pernikahan gue.

Bismillahirohmanirrohim… mohon do’a nya ya teman-temann.. semoga dilancarkan sampai hari H tanpa kurang satu apapun.. aminnn

Monday, 15 September 2014

Hunting Undangan di Pasar Tebet (Wedding Invitation, Episode ke Lima)

Selamat pagi Jekardaahh...

Salah satu hal terpenting dalam persiapan pernikahan adalah Wedding Invitation atau Undangan pernikahan, untuk konsep undangan gue masih belum menentukan bagaimana bagusnya untuk membuat sebuah undangan. Masalah undangan ini pada awalnya gue coba serahkan sama personal manager gue yang kebetulan sahabat gue dari jaman SMA, dan kebetulan istrinya punya usaha percetakan. Yup, semuanya memang serba kebetulan.

Niat gue untuk bikin undangan akhirnya gue sampaikan ke sahabat gue ini, awalnya dia gak percaya kalo gue mau bikin undangan dan mengira ini cuma bohong belaka. Akhirnya setelah gue jelaskan panjang lebar kemudian kita pun janjian untuk ngobrol sekaligus membahas konsep undangan yang cocok dan pastinya harus sesuai budget gue.

 
Meeting membahas konsep undangan

Seminggu kemudian konsep undangan udah selesai dibuat, gue sih gak request yang ribet untuk konsep undangan yang penting undangan itu bagus dan enak dilihat oleh saudara atau teman-teman yang gue undang. Di bawah ini contoh konsep undangan dari sahabat gue, dia kasi gue 2 contoh konsep undangan supaya gue bisa memilih mana yang lebih bagus.

Contoh konsep undangan

Isi dalam undangan

Contoh konsep undangan yang kedua

Isi dalam undangan

Dari hasil konsep 2 undangan di atas gue sih lebih sreg sama konsep undangan yang pertama berwarna gold, kesannya lebih ekslusif dan ukuran undangan sesuai gak terlalu besar atau terlalu kecil. Niat awal gue bikin undangan sama sahabat gue ini adalah supaya bisa mendapatkan harga yang sesuai budget gue, tapi ternyata harapan tidak sesuai kenyataan untuk contoh konsep undangan di atas harga 1 undangan adalah 9000, rencananya gue mau pesen 300 undangan jadi harga satu undangan 9000 dikalikan 300 sama dengan 2.700.000. 

Setelah konsultasikan sama calon istri gue untuk masalah harga undangan dengan harga 9000 sepertinya gak sesuai dengan budget kita, karena budget untuk undangan gak sampe segitu. Finally dengan berat hati gue bilang ke sahabat gue kalo gak jadi bikin undangan sama dia, untungnya sahabat gue ini memaklumi keadaan gue.

Karena batal bikin undangan sama sahabat gue, mulailah gue searching dimana tempat bikin undangan yang murah meriah dan sesuai budget. Setelah browsing di mbah gugel dan baca di blog capeng yang mau bikin undangan akhirnya gue menemukan lokasinya yaitu di Pasar Tebet.

Hari minggu tanggal 14 September 2014 berdua calon istri gue naek motor meluncur ke lokasi di Pasar PSPT Tebet, akhirnya ditemani senyuman matahari yang sedang lucu-lucunya siang itu jam 11 siang gue sampe di TKP. Setelah parkir motor gue langsung masuk ke basement di bawah pasar dan ternyata disana memang "surganya" kartu undangan. 

Sebelum pergi ke Pasar Tebet gue baca review di blog ada yang merekomendasikan untuk bikin undangan di Mahkota Print, katanya di tempat ini harga bisa sesuai budget. Karena penasaran gue pun mengunjungi tempat yang di rekomendasikan, ternyata konsep undangan yang kita mau gak ada di tempat ini, akhirnya kita melanjutkan bergerilya ke toko-toko yang lain.

Mahkota Print

Setelah pusing karena muter-muter kaya gangsing akhirnya kita berhenti di salah satu toko undangan yang ada AC di dalamnya, lumayanlah bisa duduk sebentar sekalian ngadem. Nama tokonya ABADI CARD di tempat ini ada banyak contoh undangan, dan kita tertarik oleh salah satu undangan yang menurut kita konsepnya cocok dan harga pun sesuai budget. Harga undangan 6000 (belum termasuk plastik) gue baru tahu ternyata plastik itu beda harganya dengan undangan.

ABADI CARD

Setelah konsultasi sama karyawan toko undangan, kita pun tertarik sama salah satu undangan yang simple tapi gak terkesan murahan, akhirnya kita setuju memilih konsep undangan itu. 

 
Contoh Undangan Penikahan

Finally dapet juga undangannya

Ciii... luuk... baaa...!!!

Urusan administrasi undangan udah diberesin sama bagian marketing, setelah bayar DP 500ribu, kita langsung diajak ke atas pasar ke toko yang satunya lagi untuk membuat konsep isi dalam undangan. Di tempat ini adalah tempat untuk membikin konsep undangan, disini kita menulis nama calon mempelai, lokasi acara, tanggal dan lain-lain yang diperlukan untuk konsep undangan.

 Uda buyung sedang membuat konsep undangan

Calon istriku sedang menulis nama dan alamat di dalam undangan

Setelah menunggu hampir satu jam lamanya, akhirnya selesai juga draft undangan kita, draft ini kita print dan save di flasdisk kemudian dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada orang tua setelah itu kalo udah fix dibawa ksini lagi untuk segera dicetak, lama proses mencetak undangan ini kira-kira 2 minggu.

Draft Undangan

Finally selsai juga urusan bikin konsep undangan, kemudian kita melanjutkan ke next destination yaitu Pasar Mayestik Blok M, di sini kita mampir ke foto studio untuk foto 2x3 dan 3x4, karena hari selasa mau ke KUA mengurus ke penghulu. 

 Bukan Foto Pre-Wedding

Tujuan terakhir perjalanan hari ini adalah kita ke Blok M Square mau liat cincin nikah buat gue, karena di dalam islam pihak pengantin pria diharamkan memakai cincin emas jadi gue mau beli cincin yang tidak berlapis emas. 

 
 Calon istriku sedang memilih cincin

Setelah keliling mampir ke toko yang satu dan yang toko yang lainnya akhirnya ketemu juga cincin yang cocok buat gue. Alhamdulillah dapet juga cincin nikah yang pas. 

  
 Cincin Nikah buat gue

Urusan beli cincin udah selesai sekarang saatnya buat kita refreshing, sore itu kita nonton film Indonesia terbaru yang berjudul AKU KAU dan KUA wah pas banget nih judul filmnya sama cerita gue karena emang kita berdua lagi mau ngurus ke KUA. 


Buat gue sebagai penikmat film, jujur menurut gue film ini keren banget, di film ini bercerita tentang kisah percintaan yang ada di dunia nyata, tentang kegalauan seseorang yang gagal nikah karena kekasihnya seorang pembohong, kegalauan cowok yang ditinggal nikah sama pacarnya, gaya pacaran ta'aruf, jomblo yang susah dapet pacar dan yang paling fenomenal adalah di film ini mengangkat cerita tentang cewek cantik berjilbab yang ternyata sudah gak perawan lagi. Semua cerita di film ini memang bener ada di kehidupan nyata, dan gue pernah bertemu dengan seseorang yang mempunyai masalah yang sama seperti yang dialami oleh salah satu tokoh di film itu. Salut banget sama film ini karena berani mengangkat kisah percintaan remaja di dunia nyata ke dalam sebuah film. 

 AKU KAU dan KUA

Buat kalian bridge/groom to be kayanya harus nonton film ini deh, recomended banget, selain ceritanya bagus kalian juga butuh loh refreshing karena udah pusing banget mikirin segala keperluan pernikahan. 

Alhamdulillah selesai juga urusan gue bikin konsep undangan pernikahan dan bersyukur dapet harga yang sesuai budget, urusan foto untuk ke KUA juga udah beres, cincin nikah buat gue juga pun udah dapet, dan quality time hari ini ditutup dengan nonton film AKU KAU dan KUA.

Selesai nonton film ini gue jadi pengen cepet-cepet Ijab Qobul supaya gue sama calon bini gue bisa langsung SAH...!!! 

SEKIAN...